TANAH LAUT || kalsel.journalistpolice.com – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Handil Labuan Amas terus dikebut oleh personel Kodim 1009/Tanah Laut bersama masyarakat setempat.
Meski menghadapi medan berat dan kondisi tanah yang labil, progres pembangunan jembatan gantung perintis tersebut terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada Senin (11/05/2026), personel Satgas bersama warga masih fokus melaksanakan pemasangan trucuk pada titik angkur box dan menara pilon tepi jauh yang menjadi bagian penting penopang konstruksi jembatan.
Perwira Pengawas pembangunan, Kapten Czi Saiful Bahri, menjelaskan bahwa proses pemasangan trucuk berjalan cukup lambat karena kondisi lokasi berupa endapan lumpur dengan struktur tanah yang sangat labil sehingga kerap mengalami longsor.
“Lubang yang sudah digali sering tertimbun kembali. Kami sudah berusaha mengatasinya dengan membuat dinding papan yang tentunya menambah waktu dan tenaga lebih dalam pengerjaannya,” ungkapnya.
Meski demikian, kondisi medan berlumpur dan perubahan debit air sungai tidak menyurutkan semangat personel Satgas di lapangan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan penuh ketelitian agar pondasi jembatan benar-benar kokoh dan mampu menopang beban konstruksi nantinya.
Trucuk kayu galam yang dipasang satu per satu menjadi fondasi awal sebelum tahapan pembangunan berikutnya dilanjutkan.
Kekompakan antara TNI dan masyarakat juga terlihat jelas selama proses pengerjaan berlangsung. Warga turut membantu mengangkat material, menyiapkan peralatan hingga mendukung distribusi kayu menuju lokasi pembangunan.
Semangat gotong royong tersebut menjadi energi tambahan bagi personel Kodim 1009/Tanah Laut untuk terus mempercepat pembangunan jembatan yang selama ini sangat dinantikan masyarakat sebagai akses penghubung antarwilayah.
Dengan hadirnya Jembatan Garuda nantinya, diharapkan mobilitas warga semakin lancar serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. (Pendim 1009/Tla)

