“Disebut Aman dan Tidak Ganggu Kejantanan”
BANJARMASIN – KALSEL || kalsel.journalistpolice.com – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, menegaskan bahwa program keluarga berencana (KB) bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif kaum pria.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan pembinaan kelompok KB pria yang digelar melalui kerja sama Pemerintah Kota dengan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan di Kecamatan Banjarmasin Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 45 ketua RT serta sejumlah undangan lainnya sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran pria dalam program keluarga berencana.
Dalam kesempatan itu, Farah Adibah menjelaskan bahwa salah satu metode kontrasepsi pria yang aman dan efektif adalah vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP).
Menurutnya, vasektomi merupakan prosedur medis ringan yang dilakukan tenaga kesehatan terlatih dan tidak memengaruhi kejantanan maupun kemampuan seksual pria.
“Masih banyak masyarakat yang salah memahami vasektomi. Padahal ini prosedur medis ringan, aman, dan tidak mengganggu aktivitas maupun kemampuan seksual pria,” ujarnya.
Ia mengatakan rendahnya partisipasi pria dalam program KB masih dipengaruhi minimnya pengetahuan masyarakat, berkembangnya mitos yang keliru, hingga budaya yang menganggap urusan KB sepenuhnya menjadi tanggung jawab istri.
Karena itu, pola pikir tersebut perlu diubah melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan agar tercipta kesadaran bersama dalam membangun keluarga sehat dan sejahtera.
“Perencanaan keluarga adalah tanggung jawab bersama suami dan istri. Karena itu keterlibatan pria sangat penting,” katanya.
Farah Adibah menambahkan, pembinaan kelompok KB pria juga bertujuan menghilangkan stigma negatif serta rasa takut masyarakat terhadap prosedur vasektomi.
Pemerintah berharap semakin banyak pria memahami manfaat program KB demi menjaga kesehatan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.
Selain mendukung pembangunan keluarga berkualitas, keterlibatan pria dalam program KB juga dinilai penting untuk membantu menekan risiko kehamilan yang tidak direncanakan serta mendukung program kependudukan nasional.
Melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan para ketua RT dan tokoh masyarakat, BKKBN Kalsel berharap informasi mengenai KB pria dapat tersampaikan lebih luas hingga tingkat lingkungan warga.
Pemerintah juga berharap pandangan lama yang menganggap KB hanya urusan perempuan dapat berubah secara perlahan, sehingga suami dan istri dapat bersama-sama mengambil peran dalam perencanaan keluarga yang sehat dan bertanggung jawab. (Tim Red)

