BANJARMASIN || kalsel.journalistpolice.com – Sebanyak 8 jasad korban jatuhnya helikopter PK-RGH sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, Irjen Polisi Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polri (Bidokkes) Polda Kalsel telah memulai proses identifikasi yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Untuk proses identifikasi, Yudha menyampaikan jika Bidokkes Polda Kalsel telah membuka posko post mortem di RS Bhayangkara.
“Setelah kami menerima seluruh jasad korban tadi malam, akan kita mulai proses identifikasinya. Tim DVI kami sudah siap,” ujar Rosyanto dalam jumpa pers di RS Bhayangkara Banjarmasin, Jumat (5/9/2025).
Kepala Bidokkes Polda Kalsel, Kombes dr. Muhammad El Yandiko mengatakan, dari 8 jasad yang sudah berada di RS Bhayangkara, 3 diantaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) dan 5 lainnya adalah warga Indonesia.
Pencarian Hari Kedua Helikopter Eastindo Air Masih Nihil. 8 jasad yang sudah diterima RS Bhayangkara, 3 dalam kondisi tidak utuh. Namun, Yandiko belum bisa memastikan apakah 3 jasad yang tak utuh tersebut merupakan WNA atau bukan.
“Jadi kita belum bisa memastikan karena kesemuanya itu sulit diidentifikasi langsung. Jadi butuh proses. Pernyataan identifikasi ini kami keluarkan setelah proses pencocokan,” jelas Yandiko.
Untuk data hasil post mortem akan segera diumumkan oleh Tim DVI setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga korban.
“Karena korban ini sepenuhnya adalah milik keluarga. Kita hanya membantu identifikasi korban agar bisa dibawa kembali oleh keluarganya,” pungkas Yandiko.
Sebelumnya diberitakan, sebuah helikopter PK-RGH milik Eastindo Air dilaporkan hilang kontak di wilayah Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, Senin (1/9/2025).
Helikopter dengan kode BK 117-D3 tersebut berangkat dari Bandar Udara Gusti Sjamsir Alam yang terletak di Kabupaten Kotabaru, Kalsel dengan tujuan Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dari data manifest penumpang yang dirilis oleh Basarnas Banjarmasin, terdapat 8 orang yang berada di dalam heli. 2 orang merupakan pilot dan tekhnisi mesin atau enggineer, sementara 6 orang lainnya adalah penumpang dengan 3 diantanya adalah Warga Negara Asing (WNA).
Berdasarkan waktu keberangkatan sampai dengan dinyatakan hilang kontak, helikopter PK-RGH baru mengudara selama 8 menit. Setelah dinyatakan hilang kontak, tim SAR akhirnya menemukan puing helikopter PK-RGH ditengah hutan Tanah Bumbu dalam keadaan hangus diduga terbakar pada, Rabu (3/9/2025).
Pada pencarian hari ketiga, Tim SAR gabungan telah menemukan kotak hitam tak jauh dari badan heli. Seluruh jasad korban telah berhasil dievakuasi dan telah berada di RS Bhayangkara Banjarmasin untuk kepentingan proses identifikasi, demikian (Red)
Dikutif dan dilangsir dari Kompas.com

