BANJARMASIN – KALSEL || kalsel.journalistpolice.com – Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Keluarga Berencana (KBKR) Provinsi Kalimantan Selatan, Fitriasih, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa program keluarga berencana (KB) bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan.
Tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif kaum pria dalam mewujudkan keluarga sehat, harmonis, dan sejahtera.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan pembinaan kelompok KB pria yang dilaksanakan melalui kerja sama Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan di Kecamatan Banjarmasin Barat, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 45 ketua RT, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya peran pria dalam program keluarga berencana.
Dalam sosialisasi tersebut, Fitriasih menjelaskan bahwa salah satu metode kontrasepsi pria yang aman dan efektif adalah vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP).
Ia menegaskan prosedur medis tersebut dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, aman, serta tidak memengaruhi kemampuan seksual maupun kejantanan pria.
“Masih banyak masyarakat yang salah memahami vasektomi. Padahal ini prosedur medis ringan, aman, dan tidak mengganggu aktivitas maupun kemampuan seksual pria,” ujar Fitriasih.
Menurutnya, rendahnya partisipasi pria dalam program KB masih dipengaruhi minimnya pengetahuan masyarakat, berkembangnya mitos yang keliru, hingga budaya yang menganggap KB sepenuhnya menjadi urusan istri.
Karena itu, edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan dinilai penting agar pola pikir masyarakat berubah dan muncul kesadaran bahwa perencanaan keluarga merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
“Perencanaan keluarga adalah tanggung jawab bersama suami dan istri. Karena itu keterlibatan pria sangat penting dalam mendukung kesehatan keluarga dan kesejahteraan rumah tangga,” katanya.
Fitriasih menambahkan, pembinaan kelompok KB pria juga bertujuan menghilangkan stigma negatif serta rasa takut masyarakat terhadap vasektomi yang selama ini masih berkembang di tengah masyarakat.
Pemerintah berharap semakin banyak pria memahami manfaat program KB, tidak hanya untuk menekan risiko kehamilan yang tidak direncanakan, tetapi juga mendukung terciptanya keluarga berkualitas dan pembangunan kependudukan yang seimbang.
Program tersebut sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang menegaskan bahwa pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, pelaksanaan program KB juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana.
Dan Sistem Informasi Keluarga yang mengatur pelayanan kontrasepsi, edukasi kesehatan reproduksi, hingga peningkatan partisipasi pria dalam program keluarga berencana.
Di tingkat daerah, program tersebut juga didukung melalui kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam penguatan Program Bangga Kencana sebagai bagian dari pembangunan keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas.
Melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan ketua RT dan tokoh masyarakat, BKKBN Kalimantan Selatan berharap informasi mengenai KB pria dapat tersampaikan lebih luas hingga tingkat lingkungan warga.
Pemerintah pun berharap pandangan lama yang menganggap KB hanya urusan perempuan dapat berubah secara perlahan, sehingga pasangan suami istri dapat bersama-sama mengambil peran dalam merencanakan keluarga yang sehat, bertanggung jawab, dan sejahtera. (Tim Red)

