BANJARMASIN || kalsel.journalistpolice.com –Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Partai Demokrat Dapil Banjarmasin Barat, Gusti Yuli Rahman, melaksanakan kegiatan reses di RT 20 RW 02, Kelurahan Teluk Tiram.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta, termasuk perwakilan instansi pemerintah dan mitra kerja dewan.
Reses merupakan masa jeda sidang DPRD yang dimanfaatkan anggota dewan untuk kembali ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Gusti menegaskan komitmennya untuk mendengarkan langsung keluhan dan harapan warga.

“Silakan sampaikan aspirasi melalui kertas yang sudah disiapkan. Semua masukan akan saya bawa ke rapat untuk ditindaklanjuti,” ujar Gusti di hadapan warga.
Turut hadir mewakili Kecamatan Banjarmasin Barat, Kepala Seksi Pelayanan, Marta, yang menyampaikan permohonan maaf karena Camat berhalangan hadir. Sementara itu, Lurah Teluk Tiram, Gema Aprianoor, dalam sambutannya menyatakan dukungan terhadap program Wali Kota Banjarmasin, M. Yamin dan Hj. Ananda.
Dalam forum tersebut, isu pengelolaan sampah menjadi perhatian utama. Lurah Teluk Tiram menjelaskan penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat RT, dengan pembentukan ketua 3R di setiap lingkungan guna mendorong pemilahan sampah produktif dan non-produktif.
“Pengelolaan sampah berbasis 3R penting untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” jelas Gema, yang disambut antusias oleh warga.
Di sektor kesehatan, Kepala Puskesmas Teluk Tiram, dr. Meisari, menegaskan komitmen pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam pencegahan demam berdarah dan penyakit menular lainnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial menjelaskan program bantuan seperti PKH dan BLT. Disampaikan bahwa bantuan PKH dapat berhenti jika anak tanggungan telah lulus sekolah, namun masyarakat masih dapat mengajukan kembali melalui kelurahan atau langsung ke dinas terkait.
Perwakilan Dinas PUPR dan PDAM Bandarmasih juga membuka ruang pengaduan masyarakat. Terkait gangguan air, disampaikan bahwa kondisi pipa yang sudah tua menjadi salah satu penyebab, sementara perbaikan infrastruktur jalan pasca galian akan dilakukan melalui koordinasi yang baik.
Kegiatan reses ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam pembangunan daerah.(Eka)

